Hai lama tak berjumpa my blooooog :’) sudah berdebu
sepertinya *tiuptiup*. Akhirnya gue sadar juga kalo gue memang ngga punya bakat
nulis*loh apa hubunganya?*. Nulis aja masih belepotan, gue juga ngga bisa tuh
mengeluarkan kata kata indah yang ngga bisa ditebak tebak seperti penulis
kebanyakan, gue juga ngga bisa bikin orang tertarik sama tulisan gue, naro
titik koma aja masih bingung, milih kata yang bagus juga ngga bisa, ngarang
cerita juga gabisa, bahkan gue susah banget kalo disuruh nentuin judul tulisan,
berartikan gue emang ngga ada bakat nulis kayak ka ulfa yang menurut bisa
ngeluarin kata kata yang ngga ditebak, kayak si farha juga yang kalo menurut
gue bisa bikin orang tertarik kalo baca tulisan dia, kayak fakhirah juga yang
nulis dengan kata kata simplenya nan sederhana , *semoga mereka semua ngga
terbang* yah pokoknya gue ngga bisa kayak orang orang lain yang memang
sepertinya dilahirkan dengan bakat seni dalam darahnya *apabingiiit-_-* yah
berarti gue punya bakat apa dooong? Ada yang
bisa ngasih tau ngga? Gue sendiri aja bingung, gue juga bingung ini sebenernya
mau nulis apa sih oh Goddd. Yang jelas yang gue tau walalupun gue ngga punya
bakat nulis gue seneng banget baca tulisan orang, dalam bentuk apapun itu. Novel,
cerpen, blog, note fb, status fb, tweet, quotes tweet, komik bahkan sampe buku
sejarah pun gue baca. Walaupun gue bukan orang ips tapi menurut gue baca buku
sejarah itu mengasyikan, asyiknya tuh sampe ngga bisa diungkapkan dengan kata
kata *maaf yg ini agak lebay wk* terus ini maksudnya apa? Tulisan ini maksudnya
apa? Apaaaaa? Yang jelas gue seneng banget baca dan selalu menghargai penulis,
bagi gue mereka itu seorang penghibur, pas bosen gue cari bacaan, pas kesel cari
bacaan, pas marah cari bacaan, pas pengen nangis cari bacaan, pas seneng juga
cari bacaan wkwk. Baca tuh kayak ganja yah? Bikin gue kecanduan, kayak kafein
yang susah banget ditinggalin, kayak rokok yang kalo lama ngga ngisep mulutnya
pait, ya semacam itulah buat gue membaca. Pokoknya MAKASIH BANGET buat para
penulis dimana pun kalian berada dan karya apapun yang kalian keluarkan:) gue
terus akan setia membaca karya karya kalian yang mungkin gue temuin diantara
karya karya lainya. Maaf pembaca yang lagi bingung baca tulisan gue, soalnya
gue juga bingung mau nulis apa-_- mau diudahin tapi gue masih pingin nulis, mau
dilanjutin tapi kasian pembaca yang lagi bingung baca tulisan gue, maaf deh
sekali lagi, iya udah ini yang terakhir, sampe sini aja, maaf ngerepotin (?)
write what I think is fun. Although the results were not as good as I think. I just write what I want :)
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Agustus 2012
Sabtu, 14 Januari 2012
Hujan
Ini sebenernya tulisan gua waktu liburan kemaren, tapi waktu
itu modem gua lgai abis pulsanya jadi ga gua posting posting, dan guanya juga
males ngisi pulsa. Haha dan sekarng udah diisi modemnya ya gua pengen aja
cerita lagi disini. Sekarang gua lagi pengen bahas tentang:
Hujan
Gua pernah denger, hujan itu bisa banget membawa suasana.
Dan gua paling suka kalo lagi hujan, itu dapat membawa ingatan ingatan masa
lalu gua baik yang gua lagi seneng seneng ataupun gua lagi sedih. Untung banget
gua ngga hidup di benua lain yang ngga ada hujanya, bisa jada apa guaaa? Haha
justkid. Di otak gua banyak banget kenangan yang lagi lewat ini satu satu haha,
gua jadi bingung mau mikirin kenangan yang mana. Kalo lagi sedih itu, bisa
dibilang hujan membawa kesedihan kita pergi bersama air mata yang mengalir
mengikuti derasnya hujan, Suara hujan juga kalo didengar dengar dengan jelas
bisa membuat kita lebih tenang, makanya
banyak suara hujan yang direkam dan dijadikan buat refleksi menenangkan diri.
Ngga tau kenapa, gua kalo udah tau mau hujan itu bawaanya bahagiaaaa banget.
Aneh ya gua wkwk. Ada juga sih yang ngga suka hujan dengan alasan, hujan itu
bisa buat yang lagi galau makin galau haha, nasib banget anak jaman sekarang
yang suka banget pada galau, apa lagi sekarang lagi musim hujan, bisa mati gara
gara galau kali ya? Wkwk. Kalo lagi seneng terus hujan itu, bisa mempertajam
suasana, misalnya gua lagi ngumpul nih bareng temen temen lama gua dan itu
suasananya lagi anget, itu kalo ujan bikin suasana makin anget dan makin
berkesan. Iya, hujan itu selalu berkesan. Ngga yang saat kita ngumpul bareng
temen, pacar, keluarga atau main hujan hujanan sama temen teen kecil kita,
ataupu banjir besar, petir yang menyambar pohon dan angina putting beliung
wkwk. Ini aja gua udah lama ngga nulis, tapi ngga tau kenapa sekarang pas ujan
ujan gua lagi pengen banget nulis meski gua ngga tau apa yang mau ditulis, dan
alhasil gua menulis dengan tema hujan wakakak. Apalagi gua orgnya suka banget
sama yang namanya kenangan, gua juga ngga tau kenapa gua suka itu, gua orang
yang ngga gampang buat ngelupain, apalagi ngelupain semua org yang pernah hadir
dalam hidup gua (tapi kenapa kalo pelajaran itu gua gampang lupa), mau dia
hadir cuma sebentar, atau dia hadir untuk nambah masalah gua, pokoknya org itu
lah yang silih berganti hadir dalam hidup gua dan mereka sangat berarti. Karna
gua yakin dengan sebab dan akibat dan gua yakin orang itu hidup untuk orang
yang lainya dan juga setiap kisah itu ada pelajaran yang dapat diambilJ. Lama lama tulisan gua
ini atau bisa dibilang curhatan gua ini ngga nyambung dari yang awalnya
bertemakan hujan sampai akhirnya ngga jelas. Gua emang ngga punya bakat menulis
kali ya? Haha tulisan gua ancur-_- gua Cuma mau share aja kok yang gua pikirin
dan gua rasain.
Sabtu, 12 November 2011
maukah kau menjadi mataku?
“hei maukah kamu menjadi mataku?” Tanya gadis berambut ikal
pada gadis berambut lurus. “apa?” tanya gadis berambut lurus tak mengerti
sambil mengusap matanya. “aku akan menjadi tanganmu” jawab gadis berambut ikal.
“hah? Mengapa? Aku tidak mengerti yang kau katakan” gadis berambut ikal itu
bertanya kembali. “kau cantik” gadis berambut ikal itu berkata sambil
tersenyum, “jangan menangis, nanti cantikmu hilang” lanjutnya kembali sambil
mengusap air mata si gadis berambut lurus. “bagaimana aku bisa tidak menangis
melihat keadaan mu seperti ini?” Tanya gadis berambut lurus. “hei, aku tidak
suka ditangisi kawan, memangnya aku lemah ya harus ditangisi dan dikasihani?”
tanya gadis berambut ikal sambil tersenyum. Namun tidak ada jawaban dari si
gadis berambut lurus. “kamu tau kan aku seperti apa? Aku kuat kawan! Jangan
khawatirkan aku seperti kau mengasihani seorang pengemis” lanjut gadis berambut
ikal. Gadis berambut lurus tak dapat berkata apa apa, ia hanya tersenyum sambil
terus meneteskan air mata. “hei cantik, sudahlah jangan menangis lagi. Aku
lebih suka melihatmu tersenyum, kau terlihat cantik” kata gadis bermbut lurus,
“berjanjilah padaku, jangan lagi kau memperlihatkan kelemahanmu dengan menangis,
apalagi untuk hal sepele, kamu harus bisa dan terus jalani hidup ini sambil
tersenyum. Nanti aku tidak bisa lagi membantumu banyak hal, tapi jika kau
percaya, aku akan terus ada didekatmu” kata gadis berambut ikal. “iya aku
percaya, aku juga percaya bahwa kau akan sembuh, dan aku ingin kau berjanji kau
harus sekuat tenaga untuk sembuh” angguk gadis berambut lurus. “iya, aku
berjanji, tapi jangan berharap terlalu besar kepadaku, kau taukan takdir itu
sudah datang?” jawabnya sambil tersenyum. “hei kamu curang, kamu tadi yang
menyuruhku jangan menangis, tapi kamu tidak mau berjanji padaku?! Kau egois” bentak
gadis berambut lurus itu sambil keluar kamar rumah sakit itu. “kawan, aku hanya
tidak ingin kau berharap terlalu besar kepadaku, aku tidak mau kau menangis di
pusara kun anti” jawab gadis berambut ikal itu pelan. “tuhan, tolong jaga dia.
Takdirku sudah dekat, aku sudah tak sanggup menahan semua rasa sakit ini, aku
sudah lemah, jangan biarkan dia lemah juga” doa gadis itu pada tuhan diatas
kasur rumah sakit itu sambil memejamkan mata dan meneteskan air mata. Kemudian kamar
rumah sakit itu sunyi dan tenang kecuali deru hujan diluar jendela kamar itu.
Diluar kamar. Beberapa menit ketika gadis berambut lurus meniggalkan
kamar si gadis berambut ikal, dia berjalan dilorong rumah sakit, dia melihat
beberapa suster dan dokter panik sambil berlari menuju kearahnya. dia
ketakutan. Ah bukan, ternyata bukan menuju kearahnya. Dia merasa lega, namun
ada yang mengganjal dipikiranya. Dia merasa ada sesuatu yang salah, ah dia
ingat, dia berlari dengan panik ke kamar rumah sakit si gadis berambut ikal. Takut
takut dia membuka pintu kamar rumah sakit itu. Dan ternyata benar, tentang yang
mengganjal pikiranya, dan dia telah menemukanya. Tubuhnya lemas, dia jatuh
terduduk diruangan itu, matanya panas menahan air mata. Ketika dia sudah tidak
kuat menahanya, dia berlari ketaman rumah sakit sekuat tenaga karna takut
airmatanya terjatuh. Ditaman dia menumpahkan semuanya bersama hujan yang menemaninya. Dia duduk dibangku taman
“hei kawan, aku tidak menangis kau lihatkan” ucap gadis itu pelan sambil
memandang langit. Dia menerawang kebeberapa menit yang lalu ketika masih berada
bersama kawannya di dalam kamar rumah sakit itu “kau terlalu cepat, akukan
sudah bilang padamu tadi, kau harus sekuat tenaga berusaha untuk sembuh. Kau
jahat meninggalkan ku secepat ini. Kau bahkan belum menjelaskan kenapa aku
harus menjadi mata dan kamu menjadi tanganya?!” katanya sambil terisak.
10 tahun setelah kejadian itu. Di depan pusara si gadis
berambut ikal, si gadis berambut lurus berkata “aku sekarang mengerti apa
maksud mata dan tangan itu, aku mau menjadi matamu. kau tangan dan aku mata, ketika tangan terluka, mata
menangis. dan itu benar, itu selalu jadi kebiasaanku. Aku juga tidak tau
mengapa, padahal kau saja yang terluka tak pernah menangis. Lalu ketika mata
mengangis tangan menghapusnya. Ya itu dia, kau yang selalu menghapus air mataku
kawan” jelasnya sambil tersenyum. “setelah aku melewati hidup ini tanpamu dan
tanpa tangisan selama 10 tahun ini, izinkanlah aku meneteskan air mata sekali
ini saja, kawan” ucap gadis berambut lurus sambil meneteskan air matanya.
Hanaan Fauziyyah Hilmi
13 November 2011
Langganan:
Postingan (Atom)