Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Agustus 2012

dibaca boleh ngga dibaca ngga boleh:p


Hai lama tak berjumpa my blooooog :’) sudah berdebu sepertinya *tiuptiup*. Akhirnya gue sadar juga kalo gue memang ngga punya bakat nulis*loh apa hubunganya?*. Nulis aja masih belepotan, gue juga ngga bisa tuh mengeluarkan kata kata indah yang ngga bisa ditebak tebak seperti penulis kebanyakan, gue juga ngga bisa bikin orang tertarik sama tulisan gue, naro titik koma aja masih bingung, milih kata yang bagus juga ngga bisa, ngarang cerita juga gabisa, bahkan gue susah banget kalo disuruh nentuin judul tulisan, berartikan gue emang ngga ada bakat nulis kayak ka ulfa yang menurut bisa ngeluarin kata kata yang ngga ditebak, kayak si farha juga yang kalo menurut gue bisa bikin orang tertarik kalo baca tulisan dia, kayak fakhirah juga yang nulis dengan kata kata simplenya nan sederhana , *semoga mereka semua ngga terbang* yah pokoknya gue ngga bisa kayak orang orang lain yang memang sepertinya dilahirkan dengan bakat seni dalam darahnya *apabingiiit-_-* yah berarti gue punya bakat  apa dooong? Ada yang bisa ngasih tau ngga? Gue sendiri aja bingung, gue juga bingung ini sebenernya mau nulis apa sih oh Goddd. Yang jelas yang gue tau walalupun gue ngga punya bakat nulis gue seneng banget baca tulisan orang, dalam bentuk apapun itu. Novel, cerpen, blog, note fb, status fb, tweet, quotes tweet, komik bahkan sampe buku sejarah pun gue baca. Walaupun gue bukan orang ips tapi menurut gue baca buku sejarah itu mengasyikan, asyiknya tuh sampe ngga bisa diungkapkan dengan kata kata *maaf yg ini agak lebay wk* terus ini maksudnya apa? Tulisan ini maksudnya apa? Apaaaaa? Yang jelas gue seneng banget baca dan selalu menghargai penulis, bagi gue mereka itu seorang penghibur, pas bosen gue cari bacaan, pas kesel cari bacaan, pas marah cari bacaan, pas pengen nangis cari bacaan, pas seneng juga cari bacaan wkwk. Baca tuh kayak ganja yah? Bikin gue kecanduan, kayak kafein yang susah banget ditinggalin, kayak rokok yang kalo lama ngga ngisep mulutnya pait, ya semacam itulah buat gue membaca. Pokoknya MAKASIH BANGET buat para penulis dimana pun kalian berada dan karya apapun yang kalian keluarkan:) gue terus akan setia membaca karya karya kalian yang mungkin gue temuin diantara karya karya lainya. Maaf pembaca yang lagi bingung baca tulisan gue, soalnya gue juga bingung mau nulis apa-_- mau diudahin tapi gue masih pingin nulis, mau dilanjutin tapi kasian pembaca yang lagi bingung baca tulisan gue, maaf deh sekali lagi, iya udah ini yang terakhir, sampe sini aja, maaf ngerepotin (?)

Sabtu, 14 Januari 2012

Hujan


Ini sebenernya tulisan gua waktu liburan kemaren, tapi waktu itu modem gua lgai abis pulsanya jadi ga gua posting posting, dan guanya juga males ngisi pulsa. Haha dan sekarng udah diisi modemnya ya gua pengen aja cerita lagi disini. Sekarang gua lagi pengen bahas tentang:
Hujan
Gua pernah denger, hujan itu bisa banget membawa suasana. Dan gua paling suka kalo lagi hujan, itu dapat membawa ingatan ingatan masa lalu gua baik yang gua lagi seneng seneng ataupun gua lagi sedih. Untung banget gua ngga hidup di benua lain yang ngga ada hujanya, bisa jada apa guaaa? Haha justkid. Di otak gua banyak banget kenangan yang lagi lewat ini satu satu haha, gua jadi bingung mau mikirin kenangan yang mana. Kalo lagi sedih itu, bisa dibilang hujan membawa kesedihan kita pergi bersama air mata yang mengalir mengikuti derasnya hujan, Suara hujan juga kalo didengar dengar dengan jelas bisa  membuat kita lebih tenang, makanya banyak suara hujan yang direkam dan dijadikan buat refleksi menenangkan diri. Ngga tau kenapa, gua kalo udah tau mau hujan itu bawaanya bahagiaaaa banget. Aneh ya gua wkwk. Ada juga sih yang ngga suka hujan dengan alasan, hujan itu bisa buat yang lagi galau makin galau haha, nasib banget anak jaman sekarang yang suka banget pada galau, apa lagi sekarang lagi musim hujan, bisa mati gara gara galau kali ya? Wkwk. Kalo lagi seneng terus hujan itu, bisa mempertajam suasana, misalnya gua lagi ngumpul nih bareng temen temen lama gua dan itu suasananya lagi anget, itu kalo ujan bikin suasana makin anget dan makin berkesan. Iya, hujan itu selalu berkesan. Ngga yang saat kita ngumpul bareng temen, pacar, keluarga atau main hujan hujanan sama temen teen kecil kita, ataupu banjir besar, petir yang menyambar pohon dan angina putting beliung wkwk. Ini aja gua udah lama ngga nulis, tapi ngga tau kenapa sekarang pas ujan ujan gua lagi pengen banget nulis meski gua ngga tau apa yang mau ditulis, dan alhasil gua menulis dengan tema hujan wakakak. Apalagi gua orgnya suka banget sama yang namanya kenangan, gua juga ngga tau kenapa gua suka itu, gua orang yang ngga gampang buat ngelupain, apalagi ngelupain semua org yang pernah hadir dalam hidup gua (tapi kenapa kalo pelajaran itu gua gampang lupa), mau dia hadir cuma sebentar, atau dia hadir untuk nambah masalah gua, pokoknya org itu lah yang silih berganti hadir dalam hidup gua dan mereka sangat berarti. Karna gua yakin dengan sebab dan akibat dan gua yakin orang itu hidup untuk orang yang lainya dan juga setiap kisah itu ada pelajaran yang dapat diambilJ. Lama lama tulisan gua ini atau bisa dibilang curhatan gua ini ngga nyambung dari yang awalnya bertemakan hujan sampai akhirnya ngga jelas. Gua emang ngga punya bakat menulis kali ya? Haha tulisan gua ancur-_- gua Cuma mau share aja kok yang gua pikirin dan gua rasain. 

Sabtu, 12 November 2011

maukah kau menjadi mataku?


“hei maukah kamu menjadi mataku?” Tanya gadis berambut ikal pada gadis berambut lurus. “apa?” tanya gadis berambut lurus tak mengerti sambil mengusap matanya. “aku akan menjadi tanganmu” jawab gadis berambut ikal. “hah? Mengapa? Aku tidak mengerti yang kau katakan” gadis berambut ikal itu bertanya kembali. “kau cantik” gadis berambut ikal itu berkata sambil tersenyum, “jangan menangis, nanti cantikmu hilang” lanjutnya kembali sambil mengusap air mata si gadis berambut lurus. “bagaimana aku bisa tidak menangis melihat keadaan mu seperti ini?” Tanya gadis berambut lurus. “hei, aku tidak suka ditangisi kawan, memangnya aku lemah ya harus ditangisi dan dikasihani?” tanya gadis berambut ikal sambil tersenyum. Namun tidak ada jawaban dari si gadis berambut lurus. “kamu tau kan aku seperti apa? Aku kuat kawan! Jangan khawatirkan aku seperti kau mengasihani seorang pengemis” lanjut gadis berambut ikal. Gadis berambut lurus tak dapat berkata apa apa, ia hanya tersenyum sambil terus meneteskan air mata. “hei cantik, sudahlah jangan menangis lagi. Aku lebih suka melihatmu tersenyum, kau terlihat cantik” kata gadis bermbut lurus, “berjanjilah padaku, jangan lagi kau memperlihatkan kelemahanmu dengan menangis, apalagi untuk hal sepele, kamu harus bisa dan terus jalani hidup ini sambil tersenyum. Nanti aku tidak bisa lagi membantumu banyak hal, tapi jika kau percaya, aku akan terus ada didekatmu” kata gadis berambut ikal. “iya aku percaya, aku juga percaya bahwa kau akan sembuh, dan aku ingin kau berjanji kau harus sekuat tenaga untuk sembuh” angguk gadis berambut lurus. “iya, aku berjanji, tapi jangan berharap terlalu besar kepadaku, kau taukan takdir itu sudah datang?” jawabnya sambil tersenyum. “hei kamu curang, kamu tadi yang menyuruhku jangan menangis, tapi kamu tidak mau berjanji padaku?! Kau egois” bentak gadis berambut lurus itu sambil keluar kamar rumah sakit itu. “kawan, aku hanya tidak ingin kau berharap terlalu besar kepadaku, aku tidak mau kau menangis di pusara kun anti” jawab gadis berambut ikal itu pelan. “tuhan, tolong jaga dia. Takdirku sudah dekat, aku sudah tak sanggup menahan semua rasa sakit ini, aku sudah lemah, jangan biarkan dia lemah juga” doa gadis itu pada tuhan diatas kasur rumah sakit itu sambil memejamkan mata dan meneteskan air mata. Kemudian kamar rumah sakit itu sunyi dan tenang kecuali deru hujan diluar jendela kamar itu.

Diluar kamar. Beberapa menit ketika gadis berambut lurus meniggalkan kamar si gadis berambut ikal, dia berjalan dilorong rumah sakit, dia melihat beberapa suster dan dokter panik sambil berlari menuju kearahnya. dia ketakutan. Ah bukan, ternyata bukan menuju kearahnya. Dia merasa lega, namun ada yang mengganjal dipikiranya. Dia merasa ada sesuatu yang salah, ah dia ingat, dia berlari dengan panik ke kamar rumah sakit si gadis berambut ikal. Takut takut dia membuka pintu kamar rumah sakit itu. Dan ternyata benar, tentang yang mengganjal pikiranya, dan dia telah menemukanya. Tubuhnya lemas, dia jatuh terduduk diruangan itu, matanya panas menahan air mata. Ketika dia sudah tidak kuat menahanya, dia berlari ketaman rumah sakit sekuat tenaga karna takut airmatanya terjatuh. Ditaman dia menumpahkan semuanya bersama hujan  yang menemaninya. Dia duduk dibangku taman “hei kawan, aku tidak menangis kau lihatkan” ucap gadis itu pelan sambil memandang langit. Dia menerawang kebeberapa menit yang lalu ketika masih berada bersama kawannya di dalam kamar rumah sakit itu “kau terlalu cepat, akukan sudah bilang padamu tadi, kau harus sekuat tenaga berusaha untuk sembuh. Kau jahat meninggalkan ku secepat ini. Kau bahkan belum menjelaskan kenapa aku harus menjadi mata dan kamu menjadi tanganya?!” katanya sambil terisak.

10 tahun setelah kejadian itu. Di depan pusara si gadis berambut ikal, si gadis berambut lurus berkata “aku sekarang mengerti apa maksud mata dan tangan itu, aku mau menjadi matamu. kau tangan dan aku mata, ketika tangan terluka, mata menangis. dan itu benar, itu selalu jadi kebiasaanku. Aku juga tidak tau mengapa, padahal kau saja yang terluka tak pernah menangis. Lalu ketika mata mengangis tangan menghapusnya. Ya itu dia, kau yang selalu menghapus air mataku kawan” jelasnya sambil tersenyum. “setelah aku melewati hidup ini tanpamu dan tanpa tangisan selama 10 tahun ini, izinkanlah aku meneteskan air mata sekali ini saja, kawan” ucap gadis berambut lurus sambil meneteskan air matanya.

Hanaan Fauziyyah Hilmi
13 November 2011